Awal kisah saat saya pergi untuk menjenguk ke tempat saudara oleh bapak ku yang berada di kampung , karena udah lama kali tak ada tali silaturahmi persaudaraan. Saya yang dari kampung Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, Jawa Timur menuju ke kota Surabaya Kecamatan Asemrowo Kelurahan Greges.
Nah disitulah tempat tujuan saya yang disuruh orang tua saya dari kampung. Selama berjam-jam saya menuju ke kota Surabaya menggunakan bis umum. Sebelumnya saya juga memilih bis yang mengarah ke tempat itu.
Dan pada akhirnya saya sampai di tujuan, sesuai dengan alamat yang diberikan bapak saya. Namun untuk lebih pasti, saya juga bertanya-tanya pada orang di sekitarku. Nah, akhirnya ketemu juga rumah yang saya tuju.
Waduuuh…waduuuhh…ternyata alamat rumah yang saya tuju lumayan besar juga. Saya jadi bengong melihat rumah nya dari saudara bapak saya (sambil geleng2 kepala). Setibanya saya di depan rumah yang tertutup dengan pagar rumah yang gede, saya memencet bel yang berada dekat dengan pintu gerbang pagarnya.
“ teeeet….teeeett….tetttt..” berulang kali saya memencetnya , supaya ada yang keluar. Dan datanglah seorang ibu-ibu yang memakai daster menghampiriku.
Ibu2 : maaf, cari siapa ya Mas..??
Saya : iya bu, saya mau cari Om Fahri, saudara dari Bapak saya yang bernama Pak Hartono.
Ibu2 : oh, tuan Fahri ya Mas..??
Saya : iya ibu ..
Saya : maaf, ibu ini siapa nya ya…?
Ibu2 : iya Mas, saya pembantu yang bekerja disini Mas. Oh, ternyata yang saya ajak bicara barusan adalah pembantu dari Om Fahri,
Saya : oh iya bibi, saya ponakannya dari Om Fahri.
Bibi : duh mas mas .. maaf ya, bibi baru tau .
Bibi : kenapa tadi gak bilang dari tadi Mas..?
Saya : iya, gpp kok bi.
Bibi : oh iya, tadi Tuan Fahri pesan pada bibi, bibi hampir lupa.
Bibi : Tuan Fahri sedang pergi ke luar kota Mas.
Bibi : gapapa kan Mas, tapi ada neng Fara yang ada di rumah kok Mas..
Bibi : oh iya, neng Fara juga tau kok Mas, dan Neng Fara sudah menunggu kedatangan Mas.

Kemudian saya diajak masuk kedalam rumah yang lumayan gede dan bersih ini. Bangunan rumahnya sangat istimewa banget, serba ornamen hiasan yang menempel dan terpajang. Setelah saya masuk sambil melihat-lihat bangunan rumahnya , saya di persilahkan duduk sama bibi yang menuntunku ke arah ruang tamu.
Begitu sampai di ruang tamu , saya lalu duduk di sofa yang empuk banget dan nyaman.
Uh,,, begini toh jadi orang kaya… hmmmmm, saya sedikit gembira merasakannya, meskipun hanya sebentar saja. Setelah duduk di ruang tamu gak terlalu lama, datanglah Neng Fara yang ternyata sangat cantik dan lebih tua dari yang saya duga.
Penampilan nya saat dia mendatangiku dengan pakaian yang begitu minim, sangat santai sekali cara berpakaian nya. Neng Fara yang mengenakan hot pants yang hampir menyentuh selakangannya dan berbusana kaos singlet aja yang begitu kendor, sehingga sedikit terlihat benjolan dada dari bagian samping tubuhnya. Oh iya saya hampir lupa, perkenalkan nama saya Rudi dengan usia 20 tahun.
Neng fara begitu cwaaaaantik dan mempeson di mataku saat pertama kali saya melihat nya selama bertahun-tahun lamanya waktu kami masih kecil sekali. Gak begitu lama saya duduk di sofa, dia datang menghampiri dan tersenyum kepadaku.
Neng Fara : Gimana tadi selama perjalanan, nyasar gak Rud??
Saya : Ooh , enggak kok Kak.
Saya : Kan saya naik bis yang udah ada arah tujuannya. Sisanya tinggal saya tanya2 aja ke orang2 sekitar Kak..
Neng Fara : Ooh,, baguslah , pikirku kamu nyasar dan gak jadi dateng kemari Rud.
Saya : Ya jadi donk kak, kan Bapak saya juga udah pesen kok.
Neng Fara : Ok , baiklah kamu udah dateng kesini , kami juga sangat seneng kok. Bibi yang dari tadi berdiri di sekitar ruangan tamu kemudian dipanggil sama neng Fara.
Neng Fara : Oh iya Bi . Tolong antarkan Rudi ke kamarnya ya Bi….
Bibi : Baik Neng Fara.. Kemudian saya mengikuti ajakan bibi yang mau menuju ke kamar untuk istirahat sejenak. Saya sangat senang sekali bisa mendiami rumah segede ini , meskipun hanya beberapa saat.
Maklum saya orang kampung, yang jauh dari kota. Dan sesampainya di kamar yang dituju , saya pun beres2 sebentar dengan barang bawaan saya , dan kemudian saya tiduran untuk istirahat sebentar. Karena lumayan capek selama dalam perjalanan menuju ke kota Surabaya.
Nah udah beberapa jam, saya udah tertidur dan saat nya untuk mandi karena jam udah menunjukkan jam pagi. Setelahnya habis mandi saya iseng2 aja jalan menuju ke halaman belakang rumah yang ada kolam renang nya, taman belakangnya lumayan luas dan bersih , sangat sejuk di mata ketika menikmati halaman belakang rumah Om Fahri.
Saat saya sedang melamun menikmati kolam renang dan tertiup angin sepoi, ujung2 terdengar suara yang lembut dan manja menyapa di telingaku.

Duh,,, Saya terkejut jadinya, dan lamunan ku jadi buyar ketika saya menoleh ke arah belakang badan saya. Ohh,,, Ternyata malah Neng Fara yang pagi2 itu sedang mengenakan baju tidurnya yang tipis dengan memegang segelas susu dan ternyata Neng Fara juga abis bangun dari tidur dan sambil menikmati pemandangan halaman belakang dan saya pun menyapanya,
Saya : Eh , neng Fara. udah bangun juga toh .
Saya sedikit salah tingkah karena neng Fara saat itu sedang mengenakan baju tidur yang begitu tipis bermotif polkadot. Di samping itu neng Fara juga tersenyum manis kepadaku. Dan sepertinya tatapan matanya yang memancarkan aura binal mengarah kepadaku.
Dia sedikit memandangi ke arah bagian bawahku, karena pada saat itu saya hanya mengenakan celana boxer aja. Saya kira dengan saya memakai celana pendek tidak ada yang melihat , dan saya kira neng Fara juga masih bobok. Lama kemudian neng Fara berbicara kepadaku ,
Neng Fara : Lho Rud, kamu mau berenang, apa sudah selesai berenang ??
Saya : Blom kok Neng, kebetulan hanya menikmati pemandangan pagi dan udara pagi.
Neng Fara : Ternyata kamu ganteng juga ya Rud….??
Dengan ucapan yang barusan neng Fara lontarkan, saya jadi sedikit kaget ketika neng Fara juga mendekati saya. Tak tau apa yang ada di pikirannya, tiba2 tindakan neng Fara juga membuatku grogi dan kikuk.
Karena dengan ulah nya saya gak bisa bergerak dengan bebas. Gimana gak bisa gerak dengan bebas Guys… Lha penis saya di pegang gitu aja, tanpa ijin ke saya kok… ??? Saya malah tambah takut.. Takut2 gimana gitu guyss…!! Kemudian saya memberanikan diri, dan berkata :
Saya : Oh iya neng Fara, saya mau ke kamar dulu ya Neng Fara.
Neng Fara : Tuggguuuu… Rud…!! Aku ingin minta tolong sama kamu, kok kamu malah pergi sih..??
Neng Fara : Kamu mau gak pijitin aku sebentar !!!
Neng Fara : Kaki ku rasanya sedikit kaku !! Kamu mau mijitin sedikit kaki ku Rud ??
Neng Fara : Kemarin waktu jalan2 ke mall agak terkilir kaki ku Rud.
Setelah dia meminta ku untuk memijatnya, dan belom sempat saya membalas ucapan nya , neng Fara langsung duduk telentang di kursi santai di deket kolam renang tersebut.

Disaat neng fara sudah terduduk dan menunggu saya untuk memijitnya, baju tidur yang di pakainya sedikit terbuka di bagian selakangannya dan ternyata saya melihat sekelibat yang berbentuk tali yang menyimpang dan berwarna merah cerah dan itu ternyata G-string yang di kenakan nya.
Bentuk CD yang hanya menutupi bagian Miss V nya aja. Saat saya melihatnya sekilas , ternyata selakangannya sangat bersih dan putih mulus dengan bulu jembut yang sedikit tipis menyamping.
Buseeeeeeeeeeeettt….model CD nya yang aduuhai… Ketika saya melihat jembut yang menyamping sedikit rasa2 nya kontol ku mulai bereaksi.
Saya hanya bisa menahan nafas dan mengalihkan pandanganku supaya kontolku tidak menegang lagi !! Namun dengan kesadaran Neng Fara, Neng Fara juga malah beraksi dengan mengangkangkan kaki nya yang keseleo itu.
Dan saat itu juga, Saya terpaksa melihat pemandangan tertutup yang berwarna merah menyala. Paha yang saya pegang ternyata sangat licin dan mulusss banget guyss !!
GILEEEEE !!!
Neng Fara : Oh iya Rud, tolong pijit di bagian itu ya Rud ?? N slowly aja ya .
Kemudian saya mengikuti permintaannya, dengan memijit kaki nya yang mulus itu. Perasaanku deg2an juga saat saya menyentuh bagian pahanya dan terlihat selakangan nya itu. Dengan kesempatan yang ada, saya mencoba melirik pada bagian yang tertutup itu, di sela2 selakangannya yang menawan itu.
Dan ternyata Neng Fara menyadarinya dengan gelagat ku yang mengarah pada bagian selakangannya. Saya malah salah tingkah aja, dan saya terus fokus aja memegang kaki nya neng Fara. Saat itu menjadi pengalamanku ketika memijat kakinya Neng Fara. Kemudian selang beberapa hari, dan kebetulan saya menginap di rumah Om Fahri sudah tiga hari, dan ternyata Om Fahri juga blom pulang dari tugas dinas nya.
Di samping itu saya juga pingin bertemu dengan Om Fahri dan Tante Fahri namun apa di kata hanya Neng Fara yang menemaniku untuk saat ini. Neng Fara termasuk anak tunggal dari Om Fahri, jadi dia sendirian aja kalo di rumah dan di temani sama bibi yang selalu membantunya. Hari berganti hari kami sering saling bertatapan dan neng Fara yang selalu menemaniku.
Kadang2 kalo lagi bete, kami juga nonton film bersama-sama, nonton adegan porno juga pernah. Hehehehe…!!!
Sungguh memang kebiasan mirip bule2 ya, bebas gitu aja ! Di kala itu saat malam hari, ketika neng Fara sedang nonton film, ntah film apaan??
Saya juga gak begitu tahu, namun terdengar sepertinya dia meringik sakit-sakitan. Saya tak tahu kenapa, apa yang sebenarnya terjadi pada neng Fara.
“ aduuuuh….aduuuhhh……aduuuuhhh…..” tolong aku Rud???? 
Dengan memegangi kaki nya yang masih keseleo itu. Dan saya bergerak menuju ke tempatnya untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Saya : Ada apa Neng Fara ??
Saya : Apa yang terjadi ??
Neng Fara : Iya Rud, kaki ku kok rasa2nya sakit lagi ya??
Neng Fara : Aku minta tolong tuntun aku ke kamarku ya Rud???
Sambil memegangi kakinya itu. Di saat itu, saya malah panik sendiri dan binggung !!!
Saya : Apa perlu saya panggil bibi juga Neng Fara ???
Namun dengan tanggap, ucapan yang keluar dari mulut neng Fara ,
Neng Fara : AAAh, gak usah aja Rud….!! lagian dia juga udah tidur,
Neng Fara : Udah bibi biarin tidur aja, dia juga capek seharian bekerja Rud !!
Kemudian Neng Fara saya tuntun menuju ke kamarnya yang berada lantai 2. Setelah tiba di dalam kamarnya, neng Fara memelukku, saya malah jadi binggung tak karuan dibuatnya.
Setelah di dalam kamarnya, neng fara rebahan di ranjang nya dengan terlentang !
Aduhaaai !!! pemandangan apa lagi ini yang dibuatnya. Dengan gaya terlentangnnya yang begitu seksi dan mempesona, saya menghela nafas panjang berkali-kali dan rasanya tak kuat di dalam kamar neng Fara. Kemudian saya mencoba balik dan keluar dari kamar neng Fara, namun neng Fara mencegahku untuk keluar dari kamarnya.
Neng Fara : Kamu mau kemana Rudi??? Kok pergi sih ??
Neng Fara : Bisa minta tolong lagi mijitin kaki ku Rud??
Ketika saya mendengar ucapan dari neng Fara, saya juga tak tega untuk meninggalkannya dalam keadaan kaki nya sakit sebegitunya. Dengan begitu, saya mengikuti ucapannya untuk tetap tinggal di dalam kamarnya dan berniat untuk memijatnya kembali.
Namun ketika saya berpaling kembali, ternyata ada pemandangan yang tak terduga. Neng Fara tiba2 melepaskan baju longgar nya di depan mataku. Dan kini yang terlihat payudara yang semok yang menyembul yang masih tertutup dengan bra yang dikenakannya.

Haduh… kontolku serasa mau meledak aja, ketika melihat payudara yang semok itu. Dengan tubuhnya neng Fara yang indah itu, kontolku serasa mau memberontak di hadapannya.
Saat saya liat mimik mukanya yang memanja untuk di pijitin lagi, dengan gaya bibir yang sedikit di gigit di bawah membuat saya horny aja. Sekali lagi kontolku mau terbang bebas aja. Lalu dengan perintahnya, saya mengikuti aja arahannya dan merapatkan barisan ke tempat ranjangnya.
Setelahnya sampai di ranjang Neng Fara, secara tiba2 neng Fara malah bergerak dengan sehatnya seolah tak terjadi apa2 pada kakinya. Kemudian dia mencengkramku dengan cepat di atas ranjang.
Dan saat itu juga neng Fara dengan bringas malah menyosooor bibirku dengan ganas. Perempuan yang binal ini, ternyata dengan cepat melakukan serangan kepadaku. Tak kusangka baju yang saya kenakan terlucuti dengan cepat semua nya tanpa saya sadari.
Saya : Duh, neng… Saya malah gak berani Neng Fara ??
Saya : Saya takut Neng !!! Ntar kalo ketahuan Bibi gimana Neng.
Neng Fara : Ooh,,, Kalo kamu menolak dengan ajakan ku, kamu malah aku teriakin lho !!
Mendengar ucapan dari neng Fara, saya hanya terdiam aja dan tidak bisa berkutik apa2. Kemudian neng Fara kembali beraksi dan segera melancarkan serangan dengan menciumi saya berulang-ulang. Di samping itu jilatan nya neng Fara sampai kemana-mana, sampai2 ke bagian dada ku yang sedikit berbulu. Menjadikan neng Fara, tambah binal aja karena saya yang memiliki dada berbulu. Dengan sigap tangan nya juga beraksi, dengan mengelus-ngelus ke bagian kontol ku yang sudah bengkak !!
Saya juga tak mau kalah, saya juga beraksi dengan menciumi bibirnya dan kemudian bibirku mengarah ke bagian payudaranya yang mekel itu. Bra yang menutupinya kemudian saya lucuti , dan langsung aja saya serobot pada bagian pentilnya yang sudah mengeras yang berwarna merah jambu.
Segar sekali rasanya saat saya menjilatinya, sensasi begitu enak seperti di awang awang kenikmatan. Setelah capek saling emut-emutan dan basah2 dengan lendir masing2, kemudian mulutku mengarah ke bagian bawah puser nya ,
Neng Fara jadi sedikit geli dengan jilatan ku yang basah ini. Lama kelaman gaya kami berubah menjadi jungkir balik, saya yang sedang menjilati bagian memek nya, dan neng Fara juga menjilati bagian kontol saya yang tegang mirip roket apolo.
Wooow… sangat nikmat sekali rasanya, sensasi yang luar biasa rasana !!!!

Neng Fara : Ayoo Rud !! terus lanjut Rudd !! Enaaaakkk Rudd !!
Neng Fara : Don’t Stop !!
Ternyata seiring berjalannya jilatanku, ada cairan yang keluar dari lubang mekinya neng Fara !! ternyata cairan orgasme dari Neng Fara telah muncraat ke arah mulutku dan seketika cairan itu saya telan begitu aja.
Rasanya sungguh enak banget Guyss !! coba deh Guys , perlu di coba !!
Dengan adegan seperti itu, saya jadi makin terangsang dan birahi kerasss !!!
Lalu lidah ku, kumasuk2kan ke dalam dengan ujung lidah untuk menggerayangi lubang mekinya. Setelah bosan dengan gaya tersebut, kami pun berganti dengan posisi saya dengan berdiri , dan Neng Fara bergaya jongkok dengan mengemut ngemut kontolku yang mencuat ke depan.
Tak ku sangka neng Fara sangat mahir mengemut-emut kontolku dengan lahaaap !! selama 5 menit-tan kontolku terus di emut2 dan di kunyah2 nya dengan liar, sehingga tak lama-lama cairan pejuh ku muncraat
“Cruuuuuuuuuoooooooooot…….Ccccrooooooooooooottttttt……….Jrrrrrrrrroooooooooooot …….” 

Semburan pejuhku tepat mengenai mukanya dan sebagian masuk ke dalam mulut nya Neng Fara. Ahhhh, begitu lega rasanya, pejuh yang tertahan di dalam zakar ku.
Saya : Ayooo neng Fara !! enak Neeeng Faraaa !!
Saya : Ahhhh……Oohh…….
Kontol yang masih dimainkannya di dalam mulutnya, terus saya mainkan maju dan mundur begitu seterusnya. Terus sebagian pejuh yang masih tersisa di dalam kontolku akan keluar lagi sepertinya, dan saya berkata lagi kepada Neng Fara,
Saya : Neng, saya mau keluar lagi kayaknya Neng Fara….
Saya : “ Uuhhhhhh……Uuuuuuhhhh……..” 
Lalu saya keluarkan lagi di dalam mulut Neng Fara, dan sepertinya mulut neng Fara penuh dengan pejuh2ku. Dan kemudian neng Fara juga menelan nya dan tak melepasnya keluar.
Woooowww.. ganas sekali neng Fara ini, setelah beberapa saat kontolku sedikit mengendur dan saya kembali yang beraksi membuat ereksi neng fara kembali .
Eh, tak lama kemudian setalah yang saya perbuat ke Neng Fara, kontolku terasa bangkit dari kubur dan tegang lagi bagaikan pasak bumi “stroong” dan setelah saya cukup buat neng Fara orgasme, saya mengarahkan kontolku ke lubang mekinya yang sudah membasah.
Untuk kali ini, saya berada posisi di atas tubuh dari neng Fara. Setelah usaha yang keras untuk memasukkan kontolku yang tadinya begitu sulit, karena kepala kontolku begitu mekar dan bengkak, jadi agak kesulitan untuk menerobosnya.
Dan kemudian Bleeeessss, ,,,,terbenamlah semua kntolku di liang surga dunia.
Neng Fara : “ ahhhhh………..aaahhhh…..” 

Jeritan neng Fara membuat saya jadi bringas kembali, dan neng Fara berkata lagi ,
Neng Fara : Masukin lagi donk rudi sayang, yang dalam lagi ya sayaaang !!!
Dengan gerakan yang pinggulnya ikut naik dan turun mengikuti irama genjotanku yang saya lakukan. Dan sekiranya tenaga sudah maksimal, saya dorong dalam2 masuk ke liang mekinya dengan kerasnya dan cepat.
Sehingga neng Fara sedikit menjerit agak keras karena tusukan yang bertubi-tubi. Kemudian selang beberapa genjotan, akhirnya saya kembali muncrat

“ Jroooottt…….Crroooooootttt……Crooooottttt” 
Saya : Neng, saya udah keluar lagi nih Neng..
Neng Fara : Genjot lagi ya sayang, aku juga mau keluar nih, bentar lagi !!!!
Dengan ucapan dan permintaan dari neng Fara, saya mencoba menggenjotnya meskipun kontol saya sudah sedikit agak loyo. Dan akhirnya neng Fara pun memuncratkan kembali cairan orgasme nya.
“ Ccriiiitttt…..Crrriittttt…..Crrriiiitttt…” 
Neng Fara kayaknya sudah melemas ketika melepaskan cairan pejuhnya, sesaat kontolku masih berada di dalam mekinya rasa2 nya ada rasa senduut2 di dalam mekinya.
Neng Fara melemas dan tubuhnya kayaknya bergetar di bagian selakangannya. Setelah beberapa menit kemudian Neng Fara tersenyum kepadaku dan sepertinya dia puas sekali dengan adegan2 yang saya perbuat kepadanya.
Lalu neng Fara memeluk mesra mendekapku. Oke guys, sekian dulu ya cerita dari kakak iparku yang bringasan. Lain kali, saya akan lanjut cerita yang lebih menarik lagi ya Guys. SELESAI.
Advertisements